Doa Pakai Bahasa Indonesia vs Arab, Mana yang Paling Didengar Allah?
Pertanyaan :
“Ustadz, apakah doa itu lebih mustajab jika dibaca bahasa arabnya?” - @morgenstern_zaw
Jawaban :
Secara umum, Allah سبحانه وتعالى Maha Mengetahui segala bahasa dan sangat memahami apa yang ada di dalam hati hamba-Nya. Sebagaimana firman Allah سبحانه وتعالى:
وَأَسِرُّوا قَوْلَكُمْ أَوِ اجْهَرُوا بِهِ ۖ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
“Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati."(QS. Al-Mulk: 13)
Serta firman-Nya mengenai kedekatan-Nya dengan hamba yang berdoa:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku..."(QS. Al-Baqarah: 186)
Namun, untuk menjawab apakah doa berbahasa Arab lebih mustajab, para ulama memberikan rincian berikut:
- Keutamaan Doa Ma'tsur (Sumber dari Al-Qur'an dan Hadis) Jika doa bahasa Arab tersebut bersumber langsung dari Al-Qur'an atau ajaran Rasulullah ﷺ (disebut doa ma'tsur), maka doa tersebut memang lebih utama (afdhal). Alasannya, redaksi kata-katanya dipilihkan langsung oleh Allah atau diucapkan oleh manusia yang paling dicintai Allah (Nabi Muhammad ﷺ). Susunan maknanya sudah pasti paling sempurna dan penuh keberkahan.
- Inti Mustajabnya Doa: Kehadiran Hati Syarat utama diijabahnya doa bukanlah bahasanya, melainkan kekhusyukan dan pemahaman hati (hudhurul qalb). Hal ini ditegaskan dalam hadis Rasulullah ﷺ:
ادْعُوا اللهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ
“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai dan berpaling." (HR. At-Tirmidzi, dihasankan oleh Al-Albani).
Allah سبحانه وتعالى juga memerintahkan untuk berdoa dengan sikap tunduk dan khusyuk:
ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. Al-A'raf: 55)
- Jika seseorang fasih berdoa bahasa Arab tapi hatinya kosong karena tidak paham artinya, nilainya bisa berkurang.
- Sebaliknya, jika seseorang berdoa dengan bahasa Indonesia sambil menangis, benar-benar meresapi maknanya, dan merasa sangat butuh kepada Allah, doa ini sangat berpeluang besar untuk mustajab.
Pembagian Waktu Berdoa
- Di dalam Salat: Bacaan doa yang merupakan rukun atau sunnah salat (seperti sujud dan ruku') harus menggunakan bahasa Arab sesuai tuntunan Nabi ﷺ, sebagaimana sabda beliau:
صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat." (HR. Al-Bukhari no. 631)
- Di luar Salat: Anda sangat dibebaskan menggunakan bahasa Indonesia, bahasa daerah, atau bahasa apa pun agar lebih bisa mencurahkan isi hati kepada Allah.
Langkah terbaik adalah menggabungkan keduanya—seperti yang sedang Anda lakukan saat ini. Menghafalkan doa bahasa Arab dari hadis (seperti doa sujud tadi) agar mendapat pahala sunnah, sambil mempelajari artinya kata per kata. Dengan begitu, saat lisan Anda melafalkan bahasa Arabnya, hati dan pikiran Anda juga ikut "berbicara" memahami maknanya. Inilah tingkatan doa yang paling indah dan insyaallah paling mustajab.
Wallahu a’lam.
Abul Azmy
Pengajar Ma’had Al-Makna Al-Islami Lumajang,
24 Rabiul Awal 1448 H
Posting Komentar untuk " Doa Pakai Bahasa Indonesia vs Arab, Mana yang Paling Didengar Allah?"
Posting Komentar