Lelah Dikejar Riba? Ini Peta Jalan Keluar Tanpa Harus Gali Lubang Tutup Lubang
Pertanyaan :
Maaf sblmnya apa ada solusi dari yg sudah masuk riba — 0896 7874 2*** / Galih Triwidiarto
Jawaban :
Sangat wajar jika antum bertanya, dan sama sekali tidak perlu meminta maaf. Keinginan untuk mencari jalan keluar adalah bukti nyata dari tekad kuat antum untuk berubah.
Bagi siapa pun yang terlanjur terjerat riba, yakinlah selalu ada jalan keluar. Islam tidak pernah menutup pintu bagi orang-orang yang ingin memperbaiki diri.
Berikut peta jalan—meliputi aspek finansial, syariat, dan mental—yang bisa antum terapkan secara bertahap:
1. Solusi Finansial (Langkah Konkret di Lapangan)
- Petakan Seluruh Utang Tulis secara mendetail semua daftar utang antum: nominal pokok, bunga/margin, tanggal jatuh tempo, hingga persentase bunganya.
- Hentikan Pinjaman Baru (Stop the Bleeding) Putus total akses ke pinjaman baru, baik pinjol, kartu kredit, maupun bank. Hindari prinsip "gali lubang tutup lubang" karena hanya akan memperbesar gulungan bunga.
- Negosiasi Pokok Utang (Restrukturisasi)
- Datangi kreditur atau pihak bank secara baik-baik. Sampaikan niat jujur antum untuk melunasi serta kondisi keuangan saat ini.
- Ajukan permohonan restrukturisasi: minta penghapusan/pemotongan bunga dan denda, atau agar antum cukup membayar sisa utang pokok dengan tenor yang disesuaikan. Banyak lembaga keuangan memiliki mekanisme pelunasan khusus seperti ini.
- Lepas Aset Konsumtif atau Terikat Jika utang melekat pada aset (seperti cicilan kendaraan atau rumah) yang bunganya terus membengkak, pertimbangkan untuk menjual atau meng-over creditaset tersebut. Jangan takut kehilangan materi; membangun kembali aset jauh lebih mudah daripada mengembalikan ketenangan batin.
2. Solusi Syariat & Mental (Menenangkan Hati)
- Fokus pada Taubat Nasuha Syarat utama taubat dari jerat riba adalah menyesali perbuatan masa lalu, berhenti total mengambil utang berbasis riba, dan berkomitmen melunasi sisa utang pokok.
- Pahami Status Antum Saat Ini Selama antum sudah bertaubat dan aktif berikhtiar membayar sisa pinjaman pokok, antum tidak lagi berada dalam "dosa berjalan". Antum kini sedang dalam proses menyelesaikan dampak dari keputusan masa lalu.
- Perbanyak Istighfar dan Doa Bebas Utang Istighfar adalah kunci pembuka rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka. Rutinkan membaca doa yang diajarkan Rasulullah berikut:
اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Allahummakfinii bi halaalika 'an haraamika, wa aghninii bi fadhlika 'amman siwaaka.
Artinya: "Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal hingga terhindar dari yang haram, dan perkayalah aku dengan karunia-Mu hingga aku tidak bergantung kepada selain-Mu."
3. Solusi Sosial (Bergabung dengan Komunitas Pendukung)
Perjalanan hijrah ini akan terasa berat jika ditanggung sendirian. Manfaatkan keberadaan komunitas sosial yang fokus membantu masyarakat lepas dari utang dan riba (seperti Masyarakat Tanpa Riba/MTR atau lembaga amil zakat yang memiliki program konsultasi utang). Bergabung dengan mereka dapat memberi antum dukungan moral, pendampingan negosiasi, serta strategi pelunasan yang lebih terarah.
Allah tidak menilai seberapa cepat utang antum lunas, melainkan seberapa jujur dan bersungguh-sungguh ikhtiar antum untuk lepas dari hal yang dimurkai-Nya. Percayalah, pertolongan Allah akan selalu hadir menyamai kelurusan niat antum.
bersamaan dengan niat lurus antum.
Abul Azmy
Pengajar Ma’had Al-Makna Al-Islami
Lumajang, 28 Safar 1448 H
Posting Komentar untuk "Lelah Dikejar Riba? Ini Peta Jalan Keluar Tanpa Harus Gali Lubang Tutup Lubang"
Posting Komentar