Widget HTML #1



Anak Susah Diatur: Teguran Allah atau Ujian Sabar? Jangan Salah Paham!


Pertanyaan:

Ustadz, apa benar jika anak kita susah diatur itu adalah teguran dari Allah? Dan jika itu bentuk teguran, lalu bagaimana caranya agar Allah mencabut teguran itu? — @widiantoarito


Semoga Allah memberikan ketenangan, kesabaran, dan kelapangan dada untuk antum dalam mendampingi tumbuh kembang buah hati. Pertanyaan ini sangat menyentuh hati dan sering menjadi perenungan mendalam bagi setiap orang tua. 


Jawabannya: bisa jadi ya, namun dengan pemahaman yang bijak, penuh rahmat, dan tidak asal menyalahkan diri secara berlebihan.


1. Apakah Anak Sulit Diatur Adalah Teguran Allah?

Dalam Islam, segala hal yang hadir dalam hidup kita—baik keberhasilan maupun ujian—memiliki dua dimensi:

  • Bisa Jadi Teguran atau Pengingat (Tazkirah): Allah terkadang menegur orang tua melalui tingkah laku anak agar kita kembali menoleh ke dalam diri (muhasabah). Mungkin ada hal-hal yang tanpa sadar luput dari kita, seperti rezeki yang kita berikan, kebiasaan yang kita contohkan, atau doa yang mulai jarang kita panjatkan.
  • Bisa Jadi Ujian Keimanan & Kenaikan Derajat: Tidak semua kesulitan adalah hukuman atas dosa. Para Nabi pun diuji dengan keluarga dan anak-anak mereka (seperti Nabi Nuh 'alaihissalam atau Nabi Ya'qub 'alaihissalam). Allah menegaskan bahwa anak memang bisa menjadi sarana ujian:إِنَّمَآ أَمْوَٰلُكُمْ وَأَوْلَـٰدُكُمْ فِتْنَةٌۭ ۚ وَٱللَّهُ عِندَهُۥٓ أَجْرٌ عَظِيمٌ
    "Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar." (QS. At-Taghabun: 15)

Selain itu, setiap lelah dan rasa sesak yang dirasakan orang tua saat mendidik anak dapat menjadi pembersih dosa dan pengangkat derajat di sisi Allah:

"Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, penyakit, kekhawatiran, kesedihan, gangguan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan sebab itu."(HR. Bukhari No. 5641 & Muslim No. 2573)


2. Bagaimana Cara Agar Allah "Mencabut" Teguran Tersebut?

Jika kita merasa ini adalah pengingat dari Allah, ikhtiar yang dapat kita lakukan terbagi menjadi dua langkah utama: ikhtiar langit (spiritual) dan ikhtiar bumi (praktis).

A. Ikhtiar Langit (Mengetuk Pintu Langit)


  1. Perbanyak Istighfar dan Taubat Memohon ampun kepada Allah atas segala dosa dan kekhilafan kita sebagai orang tua. Ketika hati orang tua melunak dan memohon ampun, Allah sering kali membukakan jalan keluar dan melembutkan hati anaknya."Maka aku berkata (kepada mereka), 'Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu...'" (QS. Nuh: 10-12)
  2. Koreksi Sumber Rezeki Pastikan setiap suapan makanan, pakaian, dan fasilitas yang diberikan kepada anak berasal dari rezeki yang halal dan bersih. Makanan yang halal dan baik (thayyib) akan membentuk darah daging yang menumbuhkan ketaatan."Setiap tubuh yang tumbuh dari makanan/rezeki yang haram, maka neraka lebih utama baginya." (HR. At-Tirmidzi No. 614)
  3. Doakan Anak Saat Mereka Sedang Tidur Di sepertiga malam atau saat melihat anak tertidur pulas, letakkan tangan di dadanya/kepalanya, usap lembut, lalu panjatkan doa. Doa orang tua memiliki kedudukan yang sangat istimewa di hadapan Allah:"Ada tiga doa yang dikabulkan tanpa ada keraguan di dalamnya: doa orang yang terzalimi, doa orang yang sedang dalam perjalanan (musafir), dan doa orang tua untuk anaknya." (HR. Abu Dawud No. 1536 & At-Tirmidzi No. 1905)

    Bacakan pula doa Al-Qur'an:رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
    (“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”) (QS. Al-Furqan: 74)
  4. Bersedekah atas Nama Kehormatan & Kebaikan Anak Niatkan sedekah untuk memohon pelembut hati bagi sang anak dan keberkahan dalam rumah tangga.


B. Ikhtiar Bumi (Memperbaiki Pola Interaksi)


  1. Ubah "Satu Arah" Menjadi Keteladanan Anak sering kali bukan tidak mau diatur, melainkan bingung atau lelah terus-menerus disuruh dan dilarang. Fokuslah untuk menjadi contoh terlebih dahulu."Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangat dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan."(QS. As-Saff: 2-3)
  2. Dengarkan Sebelum Meminta Didengar Ajak anak berbicara dari hati ke hati tanpa langsung menghakimi atau memarahinya. Kadang, perilaku membangkang adalah cara anak menyampaikan bahwa ia butuh diperhatikan, didengar, atau dipahami perasaannya.
  3. Peluk dan Sentuh dengan Kasih Sayang Ubah teguran lisan yang keras menjadi dekapan yang hangat. Rasa diterima dan dicintai oleh orang tuanya akan membuka pintu hati anak untuk lebih mudah menerima nasihat."Sesungguhnya kelembutan itu tidaklah ada pada sesuatu melainkan ia akan menghiasinya (memperbagusnya). Dan tidaklah kelembutan itu dicabut dari sesuatu melainkan akan memperburuknya." (HR. Muslim No. 2594)

Jangan berkecil hati. Tidak ada usaha mendidik yang sia-sia di mata Allah. Teruslah mendoakan dan mencontohkan kebaikan dengan penuh kesabaran, sebab hidayah dan kelembutan hati anak sepenuhnya berada di genggaman Allah.


Abul Azmy Pengajar Ma’had Al-Makna Al-Islami, Lumajang, 25 Safar 1448 H


 

Posting Komentar untuk "Anak Susah Diatur: Teguran Allah atau Ujian Sabar? Jangan Salah Paham!"

Yuk Jadi Orang Tua Asuh Santri Penghafal Al Qur’an