Susahnya Menyuruh Anak Remaja? Mungkin Ada yang Salah Cara Memintanya.
Pertanyaan:
Anak remaja 15th kalo di suruh jawab iya tapi gak
langsung dikerjain ustadz..dia asik main HP lalu
lupa apa yg di suruh ibu..misalnya: “itu buku berantakan beresin de! atau “itu tas nya pindahin de jangan di situ biar rapi!”. dll..
Kdang sampe 3x nyuruh..kdang akhirnya ibu udh mulai emosi. Suaranya jadi meninggi — @annie_ilyas.81
Jawaban:
Bismillah... Tarik napas dalam-dalam, Ibu. Tenangkan hati Anda terlebih dahulu. Sila resapi beberapa poin penenang dan sudut pandang baru ini:
1. Kabar Baiknya: Dia Tidak Membangkang
Secara psikologis, ketika anak usia 15 tahun masih menjawab "Iya", itu adalah sinyal positif. Artinya, dia masih menghormati otoritas Anda sebagai ibunya dan tidak berniat melawan.
Masalahnya bukan pada karakter pembangkang, melainkan pada otak remaja yang belum matangdalam hal fokus dan manajemen waktu, ditambah daya pikat gadget yang memicu dopamin tinggi. Dia tidak berniat membuat Anda marah; dia hanya benar-benar terdistraksi dan lupa.
2. Jeda Sebelum Suara Meninggi
Saat Anda ingin menyuruh untuk kedua atau ketiga kalinya dan merasakan dada mulai panas, berhentilah sejenak.
Ingatlah bahwa suara yang meninggi (membentak) biasanya tidak membuat remaja bergerak, melainkan membuat mereka "pindah gelombang" ke mode bertahan diri atau kesal. Energi Anda habis, tujuan agar rumah rapi pun tidak tercapai. Amankan dulu ketenangan hati Anda, baru dekati dia.
3. Ubah Cara "Menyuruh" (Sentuh, Tatap, Sepakati)
Remaja 15 tahun tidak bisa diseru dari jarak jauh (misal dari dapur ke ruang tamu) jika dia sedang memegang HP. Gelombang otaknya sedang terkunci di layar. Coba ubah caranya:
Datangi dan Sentuh: Dekati dia, sentuh pundaknya dengan lembut agar fokusnya beralih dari HP ke Anda.
Tatap Matanya: Pastikan ada kontak mata (eye contact).
Buat Kesepakatan Waktu (Bukan Perintah Instan): Jangan menuntut dia langsung berdiri detik itu juga (karena remaja benci interupsi mendadak). Berikan dia kelonggaran beberapa menit agar dia merasa dihargai.
Ade, ini tasnya dipindahin ya supaya rapi. Ibu kasih waktu 5 menit lagi selesaiin main HP-nya, setelah itu langsung dipindahin ya. Setuju?"
Anda tidak sedang gagal mendidik anak. Fase ini adalah fase transisi yang melelahkan bagi semua ibu yang memiliki anak remaja.
Setiap kali Anda berhasil menahan suara agar tidak meninggi, Anda sedang menyembuhkan trauma masa lalu Anda sendiri dan sedang mencontohkan regulasi emosi yang hebat di depan anak. Istirahatlah sejenak jika lelah, Ibu. Anda sudah melakukan yang terbaik.
Abul Azmy
Pengajar Ma’had Al-Makna Al-Islami
Lumajang, 16 Muharram 1448H
Posting Komentar untuk "Susahnya Menyuruh Anak Remaja? Mungkin Ada yang Salah Cara Memintanya."
Posting Komentar