Widget HTML #1



Kapan Waktu yang Tepat Mengajak Anak Shalat Berjamaah Di Masjid, Agar Tidak Mengganggu?


Mengajak anak laki-laki ke masjid adalah langkah besar untuk membentuk kebiasaan ibadahnya. Tidak ada usia "saklek" yang mewajibkan kapan anak harus mulai dibawa, namun ada tahapan yang disarankan agar proses belajarnya menyenangkan dan tidak mengganggu jamaah lain.


Berikut adalah panduan tahapan usianya:


1. Usia 2 – 5 Tahun (Tahap Pengenalan)

Pada usia ini, fokus utamanya adalah membangun kedekatan emosional anak dengan masjid.

• Tujuan: Mengenalkan bahwa masjid adalah tempat yang menyenangkan dan suci.

• Tips: Ajak di waktu-waktu yang tidak terlalu ramai (seperti Ashar atau saat tidak ada acara besar). Biarkan ia melihat orang sholat, meski ia mungkin masih banyak bergerak atau duduk di samping Anda.


2. Usia 5 – 7 Tahun (Tahap Latihan Adab)

Ini adalah masa transisi di mana anak mulai bisa diajak berkomunikasi dua arah dan mengerti instruksi sederhana.

• Tujuan: Mengajarkan adab dasar (tidak berlarian, tidak berteriak, dan menjaga kebersihan).

• Tips: Berikan pujian atau apresiasi jika ia berhasil tenang selama di dalam masjid. Mulailah mengajarkan gerakan sholat secara perlahan di samping Anda.


3. Usia 7 Tahun ke Atas (Tahap Pembiasaan)

Sesuai dengan anjuran dalam nilai-nilai Islam, usia 7 tahun adalah waktu di mana anak mulai diajarkan sholat secara lebih serius.

• Tujuan: Membiasakan sholat berjamaah secara penuh.

• Tips: Anak sudah mulai bisa ditempatkan di barisan (shaf) bersama orang dewasa jika ia sudah mampu mengikuti gerakan sholat dengan tertib.


Tips Agar Anak Betah Belajar di Masjid:

• Pilih Waktu yang Tepat: Hindari membawa anak saat ia sedang sangat mengantuk atau lapar, karena ia akan cenderung rewel.

• Briefing Sebelum Berangkat: Berikan penjelasan singkat seperti, "Nanti di dalam kita pelan-pelan ya bicaranya, karena orang sedang bicara sama Tuhan."

• Bawakan "Kit" Masjid: Jika anak masih kecil, tidak ada salahnya membawakan buku bacaan Islami atau sajadah kecil miliknya sendiri agar ia merasa memiliki peran di sana.

• Jadi Teladan: Anak adalah peniru ulung. Jika ia melihat ayahnya tenang dan khusyuk, ia akan perlahan mengikuti perilaku tersebut.


Setiap anak memiliki tingkat kematangan yang berbeda. Jika anak dirasa belum bisa tenang, tidak perlu dipaksakan secara drastis; cukup lakukan secara bertahap agar memori yang terbentuk tentang masjid selalu positif.


Ustadz Abul Azmy

Pengajar Ma’had Al-Makna Al-Islami

Lumajang, 26 Dzulqa’dah 1447H


 

Posting Komentar untuk "Kapan Waktu yang Tepat Mengajak Anak Shalat Berjamaah Di Masjid, Agar Tidak Mengganggu?"

Yuk Jadi Orang Tua Asuh Santri Penghafal Al Qur’an