Widget HTML #1



Bagaimana Cara Bertaubat dari Kesyirikan, Bid’ah dan Dosa Besar



Pertanyaan: 

“Bagaimana cara bertobat dari kesyirikan/Bidah dan dosa besar?” (0851 7876 xxxx)


Jawaban: 

Dalam Islam, pintu tobat selalu terbuka lebar bagi setiap hamba yang sungguh-sungguh ingin kembali kepada-Nya, sebesar apa pun dosa yang telah dilakukan di masa lalu. Baik itu syirik (yang merupakan dosa terbesar), bid'ah, maupun dosa-dosa besar lainnya, semuanya bisa diampuni dengan Tobat Nasuha (tobat yang tulus).


Berikut adalah langkah-langkah dan cara bertobat dari ketiga hal tersebut berdasarkan syariat Islam:


1. Syarat Utama Tobat (Berlaku untuk Semua Dosa)

Untuk dosa yang hubungannya langsung kepada Allah (seperti syirik, bid'ah, dan mayoritas dosa besar), para ulama merumuskan 3 syarat utama yang harus dipenuhi agar tobatnya sah, 


• Mengakui dan Meninggalkan (Al-Iqla'): Seketika itu juga menghentikan perbuatan dosa tersebut. Jika itu syirik, buang semua jimat atau hentikan ritualnya. Jika itu bid'ah, hentikan amalan tersebut.


• Menyesal dengan Sungguh-Sungguh (An-Nadam): Menyesali dalam hati bahwa diri ini pernah terjatuh ke dalam perbuatan yang dimurkai Allah. Penyesalan adalah inti dari tobat.


• Bertekad Kuat Tidak Mengulangi (Al-Azm): Memiliki niat dan azam yang kuat di dalam hati untuk tidak lagi kembali ke lingkaran dosa tersebut di masa depan.


Catatan Tambahan: Jika dosa besar tersebut berkaitan dengan hak manusia (seperti mencuri, memfitnah, atau menzalimi orang lain), maka ada syarat ke-4, yaitu menyelesaikan urusan dengan orang tersebut (mengembalikan barangnya atau meminta maaf secara langsung).


2. Cara Khusus Bertobat dari Kesyirikan

Syirik adalah dosa memalingkan ibadah atau hak-hak ketuhanan kepada selain Allah. Cara bertobat darinya adalah:


• Memperbarui Syahadat: Mengucapkan kembali kalimat tauhid L\bar{a}\ il\bar{a}ha\ illall\bar{a}h\ Mu\d{h}ammadur\ Ras\bar{u}lull\bar{a}h dengan keyakinan penuh, sebagai tanda kembali masuk ke dalam Islam yang murni.


• Memurnikan Tauhid: Belajar kembali tentang tauhid yang benar, memahami bahwa hanya Allah yang mendatangkan manfaat, menolak mudarat, dan hanya Dia yang berhak disembah.


• Menyingkirkan Sarana Syirik: Jika dahulu menyimpan benda keramat, jimat, atau rajah, segera musnahkan (dibakar atau dihancurkan) sambil bertawakal hanya kepada Allah.


3. Cara Khusus Bertobat dari Bid'ah

Bid'ah dalam konteks agama adalah mengada-adakan suatu syariat atau ritual ibadah baru yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya. Cara bertobatnya:


• Meninggalkan Amalan Tersebut: Berhenti mengamalkan ritual yang tidak memiliki dalil sahih.


• Menuntut Ilmu Syar'i: Mulai bersemangat mempelajari sunnah-sunnah Nabi ﷺ. Obat dari bid'ah adalah ilmu tentang Sunnah.


• Berkomitmen pada Ittiba' (Mengikuti Nabi): Memastikan bahwa setiap ibadah yang kita lakukan di masa depan harus memenuhi dua syarat: ikhlas karena Allah dan sesuai dengan tuntunan (tuntunan rasul).


• Meluruskan Pemahaman Orang Lain (Jika Pernah Mengajarkannya): Jika dahulu Anda pernah mengajak atau mengajarkan bid'ah tersebut kepada orang lain, Anda wajib menjelaskan kepada mereka bahwa amalan tersebut keliru dan menunjukkan mana yang sesuai sunnah.


4. Langkah Praktis Setelah Bertobat

Untuk menguatkan tobat dan menjaga keistiqamahan, lakukan langkah-langkah pendukung ini:


1. Mandi Tobat dan Shalat Tobat

Disunnahkan untuk mandi (seperti mandi wajib), kemudian mendirikan Shalat Sunnah Tobat sebanyak 2 rakaat. Setelah shalat, perbanyaklah istighfar dan memohon ampunan Allah dengan khusyuk.


2. Mengiringi dengan Amalan Shalih

Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman:

"Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman, dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Furqan: 70)

Perbanyak shalat sunnah, sedekah, membaca Al-Qur'an, dan puasa sebagai pelebur dosa-dosa masa lalu.


3. Berada di Lingkungan yang Baik (Hijrah Environment)

Tinggalkan teman-teman atau komunitas yang dahulu mendukung Anda dalam kesyirikan, bid'ah, atau dosa besar. Carilah lingkungan baru, teman-teman shalih, dan majelis ilmu yang mendasari pembelajarannya pada Al-Qur'an dan As-Sunnah.


Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Selama nyawa belum sampai di kerongkongan (sakaratul maut) dan matahari belum terbit dari barat, pintu tobat selalu terbuka lebar untuk Anda.


Ustadz Abul Azmy

Pengajar Ma’had Al-Makna Al-Islami

Lumajang, 30 Dzulqa’dah 1447H

Posting Komentar untuk "Bagaimana Cara Bertaubat dari Kesyirikan, Bid’ah dan Dosa Besar"

Yuk Jadi Orang Tua Asuh Santri Penghafal Al Qur’an