Aku Mewarisi Sifat Jelek Ayahku, Bagaimana Menyembuhkannya?
Pertanyaan:
“Semua tak ada d ayah q, dan akhirnya aq dewasa menjadi seperti ini, hampir semua sifat jelek nya ada padaku.” (@sansasasan)
Jawaban:
Merasakan bahwa sifat-sifat buruk orang tua "menular" ke dalam diri kita adalah sebuah kesadaran yang berat, namun di sisi lain, kesadaran ini adalah pintu hidayah. Dalam pandangan Islam, terutama dengan pendekatan yang lurus, setiap manusia lahir di atas fitrah, dan perubahan sifat adalah sesuatu yang mungkin dilakukan selama nyawa dikandung badan.
Berikut adalah nasehat untuk hati yang sedang berjuang memperbaiki diri:
1. Memutus Rantai Kezaliman pada Diri Sendiri
Dalam Islam, kita bertanggung jawab atas perbuatan kita masing-masing. Allah berfirman:
"Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain." (QS. Al-An'am: 164)
Meskipun sifat ayah Anda menjadi contoh selama Anda tumbuh, saat Anda dewasa, Anda memiliki kendali penuh untuk memilih tetap seperti itu atau berubah. Mengakui bahwa sifat itu buruk adalah langkah pertama untuk bertaubat. Jangan biarkan masa lalu menjadi alasan untuk membenarkan kemaksiatan atau akhlak buruk di masa depan.
2. Meyakini Bahwa Akhlak Bisa Diubah
Seorang muslim harus yakin bahwa tabiat buruk bisa diperbaiki dengan latihan (riyadhah). Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya ilmu diperoleh dengan belajar, dan sifat santun diperoleh dengan berlatih santun." (HR. Al-Khathib, dinilai hasan oleh Al-Albani)
Para ulama salaf menjelaskan bahwa akhlak itu ada yang bawaan dan ada yang diusahakan. Jika Anda merasa memiliki sifat pemarah, pelit, atau keras hati karena warisan lingkungan, mulailah memaksakan diri melakukan kebalikannya sampai hal itu menjadi kebiasaan baru.
3. Berbuat Baik (Birrul Walidain) Tanpa Mengikuti Akhlaknya
Islam memerintahkan kita untuk tetap berbuat baik kepada orang tua meskipun mereka memiliki sifat buruk atau bahkan mengajak kepada kekufuran. Namun, taat kepada orang tua tidak berarti meniru keburukannya.
• Tetaplah mendoakan hidayah untuk ayah Anda.
• Jadikan sifat buruknya sebagai "cermin terbalik"; jika Anda benci diperlakukan buruk olehnya, maka berjanjilah kepada Allah untuk tidak melakukan hal yang sama kepada istri atau anak-anak Anda kelak.
4. Mujahadah: Perjuangan Melawan Jiwa
Sifat buruk sering kali berakar dari Nafsu Ammarah bis-Su’ (jiwa yang memerintahkan keburukan). Cara mengobatinya adalah:
• Ilmu Syar'i: Pelajari keutamaan akhlak mulia dan ancaman bagi pemilik akhlak buruk. Sering-seringlah membaca kitab Adabul Mufrad karya Imam Bukhari atau bab akhlak di kitab-kitab hadis.
• Tazkiyatun Nufus: Bersihkan hati dengan zikir, salat malam, dan menjauhi maksiat. Hati yang gelap karena dosa akan sulit menerima perubahan sifat yang baik.
5. Mencari Lingkungan Baru (Suhbah Shalihah)
Jika di rumah Anda melihat contoh yang buruk, Anda harus mencari contoh yang baik di luar.
"Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya..." (HR. Abu Dawud)
Hadirilah majelis ilmu, berkumpullah dengan orang-orang yang dikenal santun tutur katanya dan mulia akhlaknya. Sifat manusia itu seperti pencuri; ia mencuri karakter orang-orang di sekitarnya tanpa disadari.
6. Doa yang Dipanjatkan secara Rutin
Jangan pernah meremehkan kekuatan doa. Mintalah kepada Allah agar diperbaiki akhlaknya. Salah satu doa dari sunnah adalah:
اللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنْ خُلُقِي
“Allahumma kama hassanta khalqi fa hassin khuluqi”
(Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperbagus penciptaanku, maka perbaguslah akhlakku). (HR. Ibnu Hibban)
Atau doa:
اللَّهُمَّ اهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ
Allahummah-dinii li-ahsanil akhlaaq, laa yahdii li-ahsanihaa illaa Anta, washrif 'annii sayyi-ahaa laa yashrifu 'annii sayyi-ahaa illaa Anta. (Ya Allah, tunjukkanlah kepadaku akhlak yang paling baik, tidak ada yang dapat menunjukkannya kecuali Engkau. Dan palingkanlah aku dari akhlak yang buruk, tidak ada yang dapat memalingkannya kecuali Engkau.") (HR. Muslim)
Intinya jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Jika Anda merasa "tangki cinta" Anda kosong dari ayah, mintalah Allah untuk mengisinya dengan cinta-Nya. Jadilah pemutus rantai keburukan di keluarga Anda; biarlah sifat buruk itu berhenti di Anda, dan jangan biarkan ia mengalir ke generasi setelah Anda.
Ustadz Abul Azmy
Pengajar Ma’had Al-Makna Al-Islami
Lumajang, 18 Dzulqa’dah 1447H
Posting Komentar untuk "Aku Mewarisi Sifat Jelek Ayahku, Bagaimana Menyembuhkannya?"
Posting Komentar