Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1



Harus Sampai Kapan Aku Bersabar ?




Seorang itu berkata :

"Harus sampai kapan aku bersabar di atas ketaatan?

Dunia begitu semangatnya menggoda dan menawarkan kelalaian ?
Sementara ketaatan menghadirkan bayang keletihan dan kepayahan ?"

Lalu sahabatnya menjawab :
"Bersabarlah dalam taat, sampai nyawa telah diambil-Nya,

Hingga surag menjadi ttik akhirnya . .


Ketika saat itu tiba, keletihan dalam ketaatan akan hilang, tinggalah pahalanya. Sedang nikmat maksiat akan seketika hilang, tinggalah hukumanya"





— @al.makna





Seharusnya amal seorang mukmin barulah berakhir ketika ajal datang menjemput. Al Hasan al Basri rahimahullah mengatakan, " Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak menjadikan ajal (waktu akhir) untuk amalan seorang mukmin selain kematianya", lalu al Hasan membaca firman Allah, 

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu al yaqin (yakni ajal).” (QS. Al Hijr: 99).[1]

Ibnu ’Abbas, Mujahid dan mayoritas ulama mengatakan bahwa maksud ”al yaqin” dalam ayat tersebut adalah kematian. Kematian disebut al yaqin karena kematian itu sesuatu yang diyakini pasti terjadi.[2]

[1]Lihat Lathoif Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali, Al Maktab Al Islami, cetakan pertama, 1428 H, hal. 392.
[2] Lihat Zaadul Masiir, Ibnul Jauzi, Al Maktab Al Islami, 4/423.

Posting Komentar untuk "Harus Sampai Kapan Aku Bersabar ?"