Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1



Baru saja aku melihat kematian



Baru saja aku melihat kematian,
Seketika itu muncul pertanyaan,
 
Apa kabar tenunan kain afan ?
Jangan-jangan ?
Sudah selesai dan siap ku kenakan ?
 
Huft . . .
 
Padahal aku masih bersahabat karib,
Dengan kelalaian !
Masih tenggelam dalam kesia-siaan.
 
Padahal sudah tahu sebuah kepastian,
Tapi kenapa aku tidak serius mempersiapkan !
Tidak bergerak segera menuju ketaatan !
Bahkan sering kali aku lupakan 
 
Padahal manusia terbaik ﷺ berpesan,
"Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan" (HR. An Nasai)

Semoga ketika Engkau wafatkan,
Aku sedang di puncak cinta dan keimanan !

Ingatlah mati, karena :


  1. Mengingat mati adalah ibadah yang sangat diajurkan. Rasulullah ﷺ bersabda "Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan", yaitu kematian". (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab shahih Tirmidzi)
  1. Maut kapan saja bisa menghampiri dan tidak akan pernah keliru dalam hitunganya, maka jauhilah perbuatan dosa dari kesyirikan, bid'ah dan maksiat lainya. "Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu ; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurnya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukanya." (QS. Al A'raf : 34).
  2. Maut tidak ada yang mengetahui kapan datangnya melainkan Allah Ta'ala semata, tetapi dia pasti mendatangi stiap yang bernyawa, maka jauhilah hal-hal yang tidak bermanfaat selam hidup.
  3. Siapa yang matimulai saat itulah kiamatnya, tidak ada lagi waktu untuk beramal.
  4. Dengan mengingat mati melapangkan dada, menambah ketinggian frekwensi ibadah.
  5. Dengan mengingat mati seseorang akan menjadi mukmin yang cerdas berakal.
  6. Hari ini yang ada hanya beramal tidak hitungan, besok sebaliknya.

 

 

 

 — @al.makna

Posting Komentar untuk "Baru saja aku melihat kematian"