Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1



Yang Terpenting Saat Wabah


 

Kematian adalah sesuatu yang tak terelakkan. Covid ada atau tiada kita pasti kan mati. Terkena Covid atau tidak terkena, kita pun pasti akan mati. Allah ta'ala berfirman...


قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ


Katakanlah, "Sesungguhnya kematian yang kalian lari darinya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada (Allah), Yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan." (Al Jumu'ah: 8 )


Yang penting bagi kita adalah ketika nyawa ini dicabut, kita istiqomah senantiasa berada di atas keislaman kita. Allah ta'ala berfirman,


 وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ


Dan janganlah sekali-kali kalian mati, melainkan dalam keadaan Islam. (Ali Imron: 102)


Apa yang disampaikan ini bukan ajakan untuk menyepelekan prokes.. Akan tetapi seruan agar kita menjaga keistiqomahan kita dalam ketaatan kepada Allah dan menyempurnakannya.


Barangsiapa yang tetap berusaha istiqomah di jalan Allah, maka janganlah dia takut dan bersedih dalam menghadapi kematiannya. 


Allah azza wajalla berfirman,


إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ


Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Rabb kami ialah Allah, " kemudian mereka istiqomah, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (Fusshilat: 30)


Semoga Allah senantiasa menganugerahkan keistiqomahan kepada kita semua sampai kematian itu datang.


Mohon maaf bila kurang berkenan. 🙏🏻


Ustadz Wira Bachrun

1 komentar untuk "Yang Terpenting Saat Wabah"