Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1



Inilah Kekayaan Yang Sejati


 

قَالَ لِي رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَا أَبَا ذَرّ أَتَرَى كَثْرَة الْمَال هُوَ الْغِنَى ؟ قُلْت : نَعَمْ . قَالَ : وَتَرَى قِلَّة الْمَال هُوَ الْفَقْر ؟ قُلْت : نَعَمْ يَا رَسُولاللَّه . قَالَ : إِنَّمَا الْغِنَى غِنَى الْقَلْب ، وَالْفَقْر فَقْر الْقَلْب


“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padaku, 


“Wahai Abu Dzar, apakah engkau memandang bahwa banyaknya harta itulah yang disebut kaya (ghoni)?” “Betul,”


jawab Abu Dzar. Beliau bertanya lagi, 


“Apakah engkau memandang bahwa sedikitnya harta itu berarti fakir?” “Betul,” 


Abu Dzar menjawab dengan jawaban serupa. Lantas beliau pun bersabda, 


“Sesungguhnya yang namanya kaya (ghoni) adalah kayanya hati (hati yang selalu merasa cukup). Sedangkan fakir adalah fakirnya hati (hati yang selalu merasa tidak puas).”


(HR. Ibnu Hibban. Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)

Posting Komentar untuk "Inilah Kekayaan Yang Sejati"