Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1



Meninggal Tenggelam Pasti Mati Syahid?

 


saya hanya berbagi faedah. 


√ Tidak boleh menetapkan/memvonis individu di neraka, di surga, syahid kecuali apa yang telah divonis oleh nash. Maka katakan si fulan syahid insyaallah. Si fulan husnul khotimah insyaallah. 


√ Laut milik Allah , yang menjaganya juga Allah, bukan roh atau arwah prajurit yang telah gugur. Sepele namun bisa syirik. 


√ Mereka yang telah wafat, maka ruh mereka berada di barzakh, bukan lagi di dunia dan tidak bisa kembali lagi ke dunia. Jadi mereka tidak sedang patroli atau menjaga laut atau sedang bertugas. Ini masalah aqidah, sangat penting. Perkataan sepele namun konsekuensinya berat.


√ Para prajurit ini tenggelam dan wafat. Jangan dikatakan " mereka tidak tenggelam, tapi mereka menjaga laut indonesia selamanya." Seorang yang wafat, ia tengah menghadapi fitnah dan pertanggung jawaban atas amalnya (meski jasadnya tidak dikubur) , ini ushul aqidahnya. 


dahulu Umar mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam tidak wafat, tapi bertemu Allah layaknya Musa 'alaihissalam dan akan kembali. Namun Abu Bakar menegaskan bahwa Nabi wafat. Jadi jangan terbuai dengan kata-kata puitis sehingga engkau masuk ke dalam penyimpangan.


√ Imam Bukhari menulis bab dalam shahihnya :

لا يقول فلان شهيد

Jangan mengatakan bahwa fulan telah syahid. 


Kemudian beliau membawakan hadits tentang seseorang yang disangka syahid, namun ternyata ia termasuk ahli neraka. 


Disini, seseorang dilarang memvonis individu bahwa si fulan syahid atau yang semisalnya. Tapi hendaknya ia mengatakan fulan syahid insyaallah, atau semoga fulan mendapat syahid.


√ Aqidah Ahlus Sunnah mengatakan bahwa kita tidak menyaksikan seseorang sebagai ahli surga kecuali apa yang telah dipersaksikan oleh Allah dan Rasulullah. seperti Tsabit bin Qois, atau 10 orang yg dijamin masuk surga. Adapun, yang wafat hari ini, maka tidak dipersaksikan oleh Rasulullah, namun dikatakan bahwa ia  _diharapkan_ menjadi ahli surga atau menjadi syahid. 


Ini penting. Karena perkara Aqidah


√. Syahid disisi para ulama, memiliki 3 bagian. Syahid di dunia dan akhirat (ini tingkatan tertinggi) , Syahid di akhirat saja, Syahid di dunia saja. 


Orang yang wafat krn sakit perut, tenggelam dan lainnya yang disebutkan oleh Nabi dalam haditsnya, adalah orang syahid di akhirat saja. Mendapatkan pahala disisi Allah, adapun di dunia jenazahnya tidak diperlakukan sebagai syahid seperti tidak dimandikan , tdk di shalati dan lainnya. Jenazahnya diperlakukan sama seperti jenazah pada umumnya.


Wallahu a'lam. Silahkan dikoreksi.. 


Ustadz Zakariya Abu Zakiyyah

Posting Komentar untuk "Meninggal Tenggelam Pasti Mati Syahid?"